Oh my Beauty
kau begitu hidup
Namun hanya dalam fantasiku
Begitu kurasakan luapan hasrat yang tak terkendali
Begitu tercela tak punya akhlak
Sibuk mrmbayangkanmu setiap saat
Matamu bersinar
Bagai horizon yang tak teraih
Susah aku gambarkan bagaimana perasaanku
Membuatku terbang bebas diangkasa
Tak lagi mampu membuka mataku
Hanya untuk menatap tajam matamu
Lalu aku terjatuh.....
Terasa mimpi yang hidup dalam mimpi.
Senyummu membuatku melayang diseparuh cakrawala
Sulit kugambarkan rasa bahagiaku
Betapa bahagianya melihat keajaiban meskipun dalam anganku saja
Begitu fantastic
Aku tak mampu membuka mulutku. Rasanya bibir ini terus terkatup rapat
Hanya hatiku berteriak bahagia.
Namun diam terpaku
Rambutmu harum indah lembut bagai Kasmir
Mampu membuatku hilang tersesat tanpa arah
Harummu membuatku kecanduan
Candu yang tak pernah bisa kubeli dengan harta di dunia ini.
Begitulah rasa yang tak terbalas
Hidup seperti mono
Menahan emosi pribadi
Sibuk menyalahkan takdir
Setiap hari terasa hitam kelabu
Sedangkan hidupmu penuh pelangi
Bagiku kau adalah huruf CAPITAL
Yang tegas mengisyaratkan tanpa berbelas kasih
Mengusirku pergi ke akhirat
Kau begitu seram membunuh dengan kata
Tidak berdarah tapi membuatku sekarat
Resonasi suaramu mampu bekerja seperti viper
Membuat nyawaku terpisah dari jasadnya
Aku tak lagi ingin membuka mata
Tak lagi ihklas menerima takdir
Hidup dalam drama yang aku ciptakan sendiri nyaris disebut tragedi
Bergulat dengan realita
Inilah emosi pribadiku bayangan hitam yang mengutuk pesonaku
Datanglah padaku walaupun sekejap
Basuhlah rinduku walau sesaat
Sambutlah tangaku secepat kilatan
Aku bagai budak hamba sahaya yang merindukan kebebasan.
Terus terjebak dalam kristal bening
Membeku nyaris mati karena lapar
Merindukanmu membuatku berdosa
Sadar akan realitas hidup yang tak memberi jalan untuk mencoba
Waktu tak pernah berpihak
Izinkan aku mengaitkan mimpi ku bersama tumpukan doaku untukmu
Tags
poem