D O G M A

Aku
Duduk dengan diriku sendiri
Tenang
menjauh dari hiruk pikuk yang melelahkan
Lelah menerawang dalam sunyi
Gulir detik
membawa perubahan
Momentum langka menamparku sekilas
Mencekat suara hati yang sumbang
Hingga Memaksaku untuk melupa
Dulu aku berhasrat
Kini hasrat itu memudar bersama rindu yang usang

Dalam kebekuan semesta
ada insan yang masih kukagumi
Lewat angin, kusematkan rindu
Lewat tinta, kutuangkan anganku
Lewat kalbu, kupanjatkan doaku
Lewat dogma, kupenjarakan cintaku

Aku
Yang dulu pencemburu sekarang pun begitu
Ohh hanya dengan insan itu

Benua yang jauh disana
Bagaimana kabar insan itu
Aku tak punya kuasa menayakan kabar
Adakah semesta berpihak padaku sesaat

Harapanku pada Angin
Janganlah terlalu dingin supaya dia tidak membeku
Janganlah terlalu panas aku khawatir dia kelelahan
Janganlah  berhenti memikirkan kita yang dulu

Satu ruang dalam relung
Masih mengingat
Masih mendengar
Masih menunggu kabar bahagia
Kapan kau bertemu dengan penggantiku

Adakah masa yang telah terkubur 26 Tahun itu telah runtuh bersama pilarnya
Adakah insan itu masih membaca pesan elektronik yang kukirim
Adakah insan itu menghapal halaman buku novel kegemaranku
Adakah insan itu masih menyimpan hadiahku
Adakah titik jenuh dimana dia enggan bertahan dan menyerah

Apapun itu aku telah meninggalkannya
Apapun itu aku menitipkannya pada pemilik semesta alam
Apapun itu aku harap kau memafkan Aku
Apapun itu bangkitlah 

Bayangkan saja jalan cerita kita memang sudah digariskan
Dipertemukan bukan untuk disatukan

Menyerahlah
Dunia tidak seburuk itu

Kau perlu tahu
Baitku sudah tertutup
Dengan sadar
Previous Post Next Post

نموذج الاتصال