Penyair bilang dimanapun emas berada dia akan tetap berkilau. Kilaunya akan tetap cantik walaupun terpendam lumpur. Begitulah wujudnya bagiku.
Dimanapun aku berada satu wajah cantik akan terbingkai khusus dalam setiap ruangan yang aku ciptakan secara khusus. Seorang picasso memiliki karya terindah yang dia sebut masterpiece. Begitu juga chopin,mozart,rumi bahkan gibranpun memiliki karya yang juga hebat. Karya yang mampun membuat nama mereka tetap terkenang walaupun hidup mereka tidaklah seindah karya mereka. Cinta tidak datang dalam bentuk keakraban lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah bentuk kesesuaian jiwa dan bila itu tidak pernah ada maka sampai kapanpun dia tidak akan terbentuk meskipun sudah berabad abad lamanya. Begitulah kahlil gibran menulis dalam syairnya. Sebuh syair yang pantas untuk memggambarkan jiwa dan keberadaanku saat ini. Karena sejujurnya aku tidak berhasrat untuk mencari wanita sebagai budak dalam kerajaan cintaku, aku mencari permaisuri dalam keabadian cintaku. Aku sudah memilih sosok itu. Sayang ALLAH Yang Maha kuasa menciptakannya bukun untukku. Entah mengapa garis hidup tidak bisa aku pilih sejak lahir. Andai bisa, lengkaplah kebahagianku. Sulit untuk menerimanya..... tapi begitulah takdir. Doapun tak cukup untuk aku panjatkan. Harga diri tidaklah berarti lagi bagiku untuk mengemis cintanya akupun rela meskipun dunia mencerca. Betapa tolol rasanya. Tapi dalam ketololan itulah aku puas. Meskipun kepuasan dan hasrat belumlah bertemu dengan gairah hidupku. Tapi, paling tidak nafasku tetap berhembus walau hanya dengan mengingatnya.
Angsa cantikku indah seperti mawar yang liar didalam hutan. Seperti kuda yang yang lepas berlari kencang dan liar namun terarah. Aku tidak pandai mendeskripsikan bentuk keberadaannya. Karena bagiku saat ini. Dia hanya seperti siluet yang tipis dan hampir kabur. Sulit kutangkap bentuknya. Namun harumnya masih kuingat khas hugo boss orange. Bahkan debu suka sekali mengganggu Kulitnya yang sensitif. Watak yang mudah tertebak.kebiasaannya sudah aku hafal apapun reaksinya. Egoisnya luar biasa, instingnya membuatku gila. Senyumnya mampu menembus tulang merusak saraf normalku. Sorotan mata itu membuatku mati rasa dan enggan membuatku berpaling.
Tolonglah aku ya ALLAH.....
Sampai kapan aku harus menikmati luka ini. Sampai kapan cerita dalam setiap baitnya berubah mejadi bait penuh dengan doa suci dan nyanyian indah.
Aku tahu engkau tahu wahai ALLAH tuhanku yang Esa. Aku sudah berusaha merubah jalan fikirku. Mengapa aku belum bisa. Rasanya ingin sekali kuakhiri hidupku jika aku tidak ingat dosa. Ingin aku kutuk dia yang telah membuatku begini. Tapi apa salahnya? Yang salah adalah diriku! Aku yang tidak tahu diri. Semakin aku penasaran aku semakin gila dan dia semakin menjauh dan jauh lalu hilang. Namun.....
Setelah itu diapun kembali.
Kembali membuatku tersenyum walaupun akhirnya menangis lagi. Kecewa lagi dalam nestapa. Mengerucut dalam tebing moral. Aku seperti dalam palung yang penuh dengan harapan. Tapi ketika harapanku hilang ingin rasanya ada sebuh rudal yang menuju dalam palung itu. Maka aku bisa mati seketika tertimbun dengan batu dan tanah hingga jasadku hilang. Tapi bagaimana dengan rohku......
Sulit membunuh rasa kesendirian. Membuatku bergidik ngeri. Bukannya aku enggan bersosialisasi, aku hanya tidak bisa berlaku normal pada lawan jenisku. Aku jijik melihat kaum hawa yang begitu berani mengumbar harga dirinya demi cintaku. Jujur wahai kalian yang begitu berani. Aku sungguh mencibir kelakuan kalian yang minus jelakuan kalian yang sangat sangat jauh dari budaya ketimuran. Aku orang timur.... aku masih memegang budaya dan ibadahku. Tinggalkan aku maka aku akan berterimakasih pada kalian para budak cinta.
Kabar dari teman karibku mengatakan. Teman segeralah menikah kudengar pujaanmu telah melupakanmu. Ada wanita lain yang akan menggantikan posisinya sebagai permaisurimu. Kudengar wanita ini pintar menari. Dia pencetak uang wanita bisnis yang cantik dan anggun. Gayanya luar biasa, eksekutif muda yang mencari suami dokter seperti engkau.Warna kesukaanya merah. Ahli menjerat cinta. Kau pasti suka. Temuilah wahai sahabatku. Arthur tidak pernah mencari cinta seperti arjuna. Arthur tidak perlu membawa excaliburnya untuk menarik wanita yang diinginkannya. Meskipun wanita itu tahu arthur tidak menicintainya dengan hati tetapi dengan nafsu. Wanita itupun tetap rela. Pungkasnya
Lalu kujawab....Tapi arthur milik guinevere meskipun akhirnya wanita itu memilih lancelot.
Sahabatkupun terdiam dalam makna.
Adindaku meyukai purple. Meskipun aku menyukai biru. Bukan masalah untukku. Meskipun dia memilih pop rock dan aku pecinta klasik. Walaupun dia egois dan liar aku nyaman bersamanya. Keanggunanya terbalut keangkuhan yang bisa kupahami. Aku menyukai apapun yang dia suka. Walaupun kutahu jelas dia tidak mentukai yang aku pilih. Tapi dia akan.mengatakan biar kucoba lalu dia akan memilihnya meskipun terpaksa dan hanya untuk membuatku tersenyum. Utulah yang membuatku tetap menunggunya.
Lalu sahabatku menjawab.
Datangilah dia..... terlambat. Tapi itu baik untuk kalian. Untuk meluruskan semua yang sudah terjadi antara kalian. Cintamu seperti cawan suci. Dan dia seperti air suci yang susah untuk kau dapatkan walaupun hanya setetes. Doaku bersamamu wahai sahabatku.
Aku ingin dia mencintaiku seperti aku mencintainya meskipun cinta kami tidak dipersatukan.
Kuhabiskan masa mudaku untuk mencari jalan membahagiakannya. Kutimbun uang dan hartaku. Tapi....
Aku kehabisan waktu untuk mencarinya. Aku sengaja dan sibuk membuat kejutan untuknya. Hingga diakhir egoku, akulah yang telah mencampakkannya. Tak satupun email dan surat yang kubalas dengan alasan sibuk.
Inilah hukuman orang yang terlalu membanggakan diri sendiri. Aku tidak sadar ada merpati yang telah sekarat menungguku. Hingga seekor singa datang berempati merawatnya. Dan tuhan mempersatukan mereka dalam pernikahan. Mustahillll..... itulah hidup
Campur tangan Tuhan tidak perlu dipahami. Kita hanya diminta menjalani meskipun itu sakit luar biasa.
Wahai dinda mengertilah aku....beginilah hatiku saat ini
Tags
short story
